You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
24 Laptop Cadangan Disiapkan Untuk UNBK di SMPN 49
photo Nurito - Beritajakarta.id

24 Laptop Cadangan Disiapkan Untuk UNBK di SMPN 49

Pihak SMPN 49, di Kramat Jati, Jakarta Timur menyediakan 24 unit laptop cadangan untuk penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kali ini. Selain itu, dua unit genset disiagakan untuk mengantisipasi adanya gangguan listrik.

Seluruh peserta, 216 siswa membawa laptop sendiri. Namun kita juga siapkan 24 laptop cadangan

Kepala Sekolah SMPN 49, Imam Santoso mengatakan, ada 216 siswa yang mengikuti UNBK tahun ini. Dan seluruhnya melengkapi diri dengan laptop milik pribadi.

"Seluruh peserta, 216 siswa membawa laptop sendiri. Namun kita juga siapkan 24 laptop cadangan," ujar Imam, Selasa (2/5).

PPDB Online Digelar Serentak di Semua Jenjang Pendidikan

Menurut Imam, genset yang disiagakan memiliki kemampuan daya masing-masing 3.000 KVA. Bukan hanya itu, setiap ruangan yang dipergunakan UNBK juga dilengkapi dengan circuit closed television (CCTV).

"Untuk pengawasan, ada 21 unit CCTV yang dipasang di areal sekolah. Tidak hanya saat UNBK seperti saat ini namun juga untuk keamanan setiap harinya. Dari enam server utama, kita juga ada cadangan satu server," tuturnya.

Untuk hari pertama UNBK ini, para siswa akan mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. "Kita harapkan semuanya lancar hingga akhir pelaksanaan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11018 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1332 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1252 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1248 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye972 personBudhi Firmansyah Surapati